Andi Mallarangeng diduga Korupsi: Penambahan Anggaran Proyek Hambalang Libatkan DPR

Menpora Andi Mallarangeng membenarkan adanya beberapa kali penambahan dana terhadap anggaran proyek pembangunan kompleks olah raga di Bukit Hambalang, Sentul, Jawa Barat. Seluruh rangkaian penambahan anggarannya melalui prosedur baku yang salah satu tahapannya melibatkan proses di wilayah tugas Komisi X DPR.

Demikian disampaikan Andi menanggapi penyataan anggota Komisi X DPR yang menyatakan tidak tahu menahu adanya penambahan anggaran proyek. Tanggapan ini menpora disampaikan kepada wartawan yang mecegatnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/6/2012).

“Setiap penambahan-penambahan tentu saja ada proses di DPR,” ujar Mallarangeng.

Sebelumnya dia menjelaskan, bahwa proses perencanaan termasuk penganggaran proyek Hambalang dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal dianggarkan dana Rp 125 miliar lalu ditambah Rp 150 miliar dan Rp 400 miliar lagi. Setelah itu ada penganggaran multi years untuk sisanya, sehingga semuanya menjadi Rp 1,1 triliun.

Penambahan anggaran tersebut dilakukan tidak saja terhadap pengembangan bagian proyek yang memang sudah direncanakan sedari awal. Namun juga pengembangan baru.

“Baik yang 150 maupun 400 dan setelah yang multiyears keluar persetujuannya dari menteri keuangan, kami laporkan ke DPR. Pokoknya kami mengikuti prosedur yang ada,” papar Juru Bicara Kepresidenan era KIB I ini.

Bila memang dicurigai bahwa ada penyimpangan dalam prosedur penambahan dana dan penyalurannya, Andi Mallarangeng menyerahkan sepenuhnya pembuktiannya kepada BPK yang saat ini sedang melakukan audit. Di samping itu KPK juga sedang melakukan pengusutan terhadap dugaan terjadinya skandal dalam proyek yang telah menyeret sejumlah politisi PD itu.

“Sekarang ini BPK sudah melakukan audit dan KPK juga sudah melakukan penyelidikan, jadi kita serahkan saja kepada BKP dan KPK. Biar semuanya diteliti sehingga persoalannya menjadi jelas,” tegasnya.