Apakah Batman Bisa Mengalahkan The Avengers?

Sanggupkah film Batman: The Dark Knight Rises yang diputar perdana di New York City, AS, 16 Juli kemarin, kemudian di Australia dan New Zealand pada 19 Juli dan direncanakan dirilis di Amerika Utara dan Inggris Raya pada 20 Juli, serta telah diputar untuk kalangan terbatas pada Rabu (18/7) malam di Jakarta, sanggup mengungguli kelarisan film The Avengers?

Hal itulah yang menjadi pertanyaan bersama para kritikus film dunia ihwal film besutan Christopher Nolan, yang skenarionya dibantu saudaranya Jonathan Nolan dan David S. Goyer. Film yang beranjak dari karakter cerita DC Comics Batman itu, adalah instalasi ketiga dari sejumlah film Batman lainnya. Sekaligus sekuel dari Batman Begins (2005) dan The Dark Knight (2008). The Dark Knight Rises dimaksudkan juga sebagai pamungkas cerita dan merangkum dua seri Batman yang sangat mendunia itu.

Masih sebagaimana dua seri sebelumnya, aktor Christian Bale, Michael Caine, Gary Oldman, dan Morgan Freeman masih bersetia merepresentasikan lakon mereka, sebagaimana perannya di film Batman Begins dan The Dark Knight. Tercatat, setelah delapan tahun dari seri sebelumnya, seri terkininya memperkenalkan tokoh baru, yaitu Selina Kyle dan Bane, yang dilakoni dengan apik oleh aktris jelita Anne Hathaway dan aktor Tom Hardy.

Tapi sebagus dan seheboh itukah film berbujet 250 juta US dolar itu? Tidak sempurna benar sebagai sebuah seri pamungkas, tapi daya cekam film yang mengambil lokasi syuting di Jodhpur, London, Nottingham, Glasgow, Los Angeles, New York, New Jersey, hingga Pittsburgh itu, cukup menegangkan. Tidak berlebihan bila The Dark Knight Rises mendapatkan penilaian beragam, meski sebagian besar memberikan kritik positif.

Ambisius dan memikat
Rotten Tomatoes, lembaga penera film memberikan skor 87 persen, berdasarkan 134 reviews. Lembaga itu, seperti dinukil Boxofficemojo, Kamis (19/7) mengatakan, film Batman terkini, “Ambisius, keren, dan penuh aksi memikat, meski kurang memenuhi standar sebagai sebuah film pamungkas.” Metacritic, lembaga penera film lainnya memberikan nilai 81 (dari poin 100) berdasarkan 34 reviews dari kritik utama di negara itu.

Tapi, The Telegraph memberikan nilai maksimal, atau memberikan lima bintang, sembari mengatakan, “Sebuah film tentang superhero tanpa superhero,” dan membandingkannya dengan film The Godfather Part II, seraya memuja aktor Hardy berlakon dengan ciamik, demikian halnya dengan plotnya yang penuh intrik, dan narasinya. Kritik lainnya, nyaris idem ditto; memuja-muja manusia Lowo itu.

Tercatat, pada pemutaran perdananya di AS, The Dark Knight Rises diputar di 4.404 lokasi, atau kedua terbesar dibelakang film The Twilight Saga: Eclipse, yang diputar di 4.468 theaters. Film itu juga diputar di 332 jaringan IMAX. Meski mendapatkan sanjungan dari berbagai kritikus, pertanyaannya mengerucut, sanggupkan dia mengunggul pemasukan film The Avengers, dalam pemutaran debutnya, yang mendapatkan 207,4 juta dolar AS, pada Mei lalu.

Jika ada sebuah film yang berkemungkinan besar dapat mengungguli raihan pemasukan The Avengers, Batmanlah jawabannya. Karena dia diklaim sebagai karakter terpopuler dalam budaya pop di AS. Sebagai bukti kongkritnya adalah pada 1989 film Batman pada pemutaran perdananya mendapatkan 40,5 juta dolar AS. Sebelum akhirnya dikalahkan oleh film Batman Returns (45,7 juta dolar AS), dan sebelumnya dikalahkan lagi oleh film Batman Forever (52,8 juta dolar AS). Meski pada era itu juga sempat dirilis film Batman and Robin pada 1997, namun sayangnya, film itu mendapatkan pemasukan yang sangat mengecewakan, atau total hanya mendapatkan 107,3 juta dolar AS.

Dan kini, setelah delapan tahun absen, Warner Bros selaku rumah produksi, bersiap mengembalikan keperkasaan film racikan Christopher Nolan. Dicatat, pada instalasi pertama film racikannya, Batman Begins, film itu berhasil mengumpulkan pemasukan total sebesar 205,3 juta dolar AS.

Tiga tahun kemudian, Batman: The Dark Knight yang menghadirkan sosok musuh paling terkenal Batman bernama The Joker hadir. Dan luar biasanya, pada pemutaran debutnya, dia mendapatkan angka 158,4 juta dolar AS. Sebelum akhirnya secara total mendapatkan 533,3 juta dolar AS.

Yang pasti, pada seri terkininya, Batman yang menghilang dari “dunia persilatan”, karena menjadi buruan Gotham City Police Department, dengan tuduhan harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi dengan Jaksa Harvey Dent, akhirnya harus “turun gunung”. Begitu mengetahui seorang perempuan misterius bernama Selina Kyle bersama sosok bernama Bane, mempunyai rencana ekstrim membumihanguskan Gotham City. Sanggupkah Batman menegakkan kewibawaaannya di hadapan para bandit yang tampil dengan wajah biadabnya, kemudian menangguk keuntungan meganya?