Bagaimana Menghilangkan Kesedihan?

Kehilangan orang-orang tersayang memang tidaklah mudah, apalagi jika ia yang kita cintai harus pergi untuk selama-lamanya. Namun satu yang saya ambil karena setiap manusia mempunyai cara tersendiri untuk menghadapinya. Ada yang bersikap histeris, meronta-ronta adapula yang tenang namun sementara hatinya memendam tamparan rasa sakit yang tidak bisa dibayangkan.

Dulu sewaktu adik saya meninggal Ibu tidak pernah berhenti menangis, bahkan waktu itu cukup lama mengembalikan senyumannya seperti dulu. Saya mengerti karena kehilangan anak mungkin adalah pukulan yang sangat berat untuk seorang Ibu. Berbeda dengan Ayah yang tampak tenang menyikapi situasi, meskipun saya tahu didalam hatinya berkecamuk perih, dan tidak ada satu orangtua pun yang tega melihat buah hatinya harus menghadap sang khalik terlebih dahulu.

Wajah ayah sangat kacau, seolah menutupi kesedihannya mencoba menjadi laki-laki tegar saat itu, tapi tak bisa mengelabui saya akan hal itu. Untuk kami kakaknya mungkin hanya saya termasuk salah satu yang memiliki sikap seperti Ibu. Tidak ada satu orang kakak yang rela melihat sang adik terkapar lemah untuk berjuang di detik-detik terakhirnya. Saya mencitanya lebih dari apapun. .Ya, sebuah inspirasi kecil dari adik yang luar biasa, lewat kenangannya kini akhirnya saya bisa menyimpan rasa sakit dan keluarga dengan sebuah bentuk “ Keikhlasan”.

Sobat, ketika merasa kecewa, merasa diri kita jatuh terpuruk berulang-ulang kali sebenarnya Tuhan hanya ingin melihat bagaimana kamu pandai bersikap. Bagaimana kamu membuktikan kedewasaanmu, dan bagaimana kamu memanfaatkan moment rasa sakit hati dengan sikap bijaksana. Tidak semua orang pandai mengendalikan apapun bentuk kesedihan. Bahkan saya sendiri, masih teramat jauh mencapai untuk memiliki sisi seperti ayah. Apa karna Ayah adalah laki-laki yang lebih pandai mengendalikan emosi, ternyata tidak… sama sekali tidak.

Hilang rasa sakit itu pasti akan hilang dan membentuk satu karakter kuat di dalam dada seseorang yang menyikapinya. Kesedihan ibarat fenomena alam yang bisa berubah, kemudian datang lagi fenomena kebahagiaan baru. Dan setiap nyawa memiliki caranya sendiri untuk menyikapi kesedihan. Coba kita amati kesedihan yang dialami binatang, tumbuhan merekapun memiliki kesedihannya tersendiri sunguh jelas berbeda dengan kita manusia.

Bersyukur atas hukuman untuk kesedihan, karena disini Tuhan melihat gelagatmu. Ia menilai setiap ratapanmu, dan Ia peduli saat kau hanya mengadukan semua rasa sakit di hadapan-Nya. Biarkan Tuhan yang menyapu air mata kita dengan caranya sendiri, karena boleh jadi menyikapi kesedihan yang kita laukan selama ini tidak dibenarkan oleh-Nya. Dan setiap orang memiliki caranyanya sendiri mengatasi kesedihan.

“Seperti malam mengatasi kesedihan tanpa matahari, dan siang mengatasi kesedihan tanpa bulan dan bintang”

Sumber: newmyinspiration