Bekerjalah Sesuai Hobi Anda

Siapa yang tidak ingin mendapatkan pekerjaan yang baik? Posisi dan jabatan yang menyengkan? Dan gaji yang besar? Jawabanya semua pasti mengingkan hal tersebut. Namun, jika ditanyakan apakah setiap orang mau bekerja apa saja dalam berbagai posisi untuk mendapatkan semua itu, jawabanya pasti akan lebih bervariatif.

Dari semua jenis pekerja yang ada, maka penulis mencoba melakukan pengkategorisasian. Dalam hal ini terbagi atas empat yaitu, pekerja yang memilih pekerjaan berdasarkan posisi, pekerja yang memilih pekerjaan berdasarkan gaji, pekerja yang memilih pekerjaan berdasarkan gaji dan posisi, serta pekerja yang memilih pekerjaan berdasarkan kesenangan.

Untuk pekerja yang memilih pekerjaan berdasarkan posis, tentu saja hal ini berhubungan dengan jabatan seseorang. Golongan ini hanya mau bekerja pada posisi-posisi tertentu. Umumnya posisi yang diinginkan adalah posisi-posisi top (pemimpin) atau posisi-posisi basah. Sedangkan, untuk pekerja yang memilih pekerjaan berdasarkan gaji lebih cenderung tidak memilihat pekerjaan apa dan posisi apa? Mereka lebih kepada berapa gaji yang mereka peroleh perbulannya. Tidak ada salahnya bukan, melihat pekerjaan diri sisi itu? Itulah realitas hidup sesungguhnya (untuk sebagian orang).

Selanjutnya, pekerja yang memilih pekerjaan berdasarkan gaji dan posisi. Kategori ini, sudah tentu orang-orang yang hanya mau bekerja dalam posisi yang bagus, dengan gaji yang bagus pula. Terkadang golongan ini, lebih selektif dalam memilih pekerjaan. Bahkan bisa dikatakan lebih lama sebagai pengagguran.

Terakhir, pekerja yang memilih pekerjaan berdasarkan kesenangan. Pekarja tipe ini, lebih kepada bekerja sesuai dengan hobi mereka. Terkadang pekerjaan itu adalah hobi mereka. Kategori ini cenderung menganggap untuk apa bekerja, jika pekerjaan itu tak disukai. Dalam arti selama bekerja, mereka dalam keadaan yang bukan dirinya sendiri.

Dari kategori terakhir tersebut, menggambarkan bahwa tak semua orang bersedia untuk kerja apa saja untuk mendapatkan hal-hal yang lebih dalam hidup, walaupun posisi yang ditawarkan sangat bagus. Sebagian orang berfikir hanya ingin bekerja untuk pekerjaan yang mereka sukai. Mereka tidak ingin melakukan sesuatu yang tidak disenangi atau melakukan sesuatu dibawah tekanan yang disebabkan tidak sukanya terhadap pekerjaan itu. Tentu saja, jika hal itu terjadi maka yang ada hanya menghasilkan sesuatu yang tidak sempurna dan kekecewaan, baik itu pribadi si pekerja maupun orang-orang yang ada di tempat kerja tersebut.

Mungkin, hal itu menjadi alasan sebagian orang berhenti bekerja atau memilih-milih pekerjaan tertentu. Dan akhirnya lebih memilih pekerjaan dengan gaji yang kecil. Namun, mereka tetap menjalani pekerjaan tersebut dengan penuh semangat dan tentunya jauh dari yang namanya tekanan.

Jika dikatakan itu adalah sebuah pilihan, maka itu adalah pilihan yang cukup sulit bagi sesorang. Kebutuhan hidup yang semakin besar dewasa ini, telah menjadi realitas yang tak bisa terbantahkan. Mau buang air saja harus bayar! Tak ada yang gratis di dunia ini, dan kalian sepakat dengan hal itu. Namun, pilihannya adalah hal yang menyenangkan bukan hal yang menjamin namun penuh tekanan. Itulah yang menjadikan mereka masuk dalam kategori kelompok pilih-pilih pekerjaan namun bukan pilih-pilih pengghasilan.

Sangat banyak orang-orang yang saya jumpai, yang memiliki pemikiran yang demikan. Mereka rela berhenti dari pekrjaan sebelumnya, dan mimilih melakukan hal-hal yang bahkan pada kenyataannya tidak menghasilkan materi apa-apa “untuk saat ini”. Mereka memilih meloncat kekehidupan yang menurut sebagian orang tidak normal. Mereka memulai aktivitas saat senja dan berhenti dini hari. Lalu tertidur pulas dan bangun saat matahari mulai meninggi. Seperti hanya Mario Teguh, yang berhenti dari jabatan tertinggi yang baru saja diraihnya untuk melakukan hal yang disenanginya.

Mereka menganggap bahwa yang mereka lakukan itu adalah hobi. Mereka menginginkan hobi tersebut menjadi pekerjaan. Sebab dengan begitu mereka lebih menikmati pekerjaan dan hidup. Saya menilai bahwa itulah arti pekerjaan sesungguhnya. Sejauh mana pekerjaan itu tak membuat seseorang tertekan dan orang tersebut menikmati pekerjaan itu, maka itulah arti kerja. Hal itu tentu saja, setidaknya dapat diperoleh jika bekerja atau mendapatkan pekerjaan sesuai dengan hobi atau kegemaran.

Kini, apakah setiap orang beruntung mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kegemaran mereka? Atau mereka pada dasarnya terlalu takut untuk menjadikan hobi sebagai pilihan karir? Semua adalah pilihan yang membentuk kehidupan seseorang di masa yang akan datang. Namun yang pasti, saat telah mendapatkan pekerjaan maka jadikanlah pekerjaan itu sebagai hobi. Sebab dengan begitu maka selamanya pekerjaan tersebut akan selalu menyenangkan!