Duel Finalis Masterchef Dengan Chef Profesional

Seorang finalis kompetisi masak MasterChef Indonesia 2, Bagust (31), harus menghadapi tantangan duel dengan chef profesional setelah memenangi tantangan membuat masakan tradisional dengan ayam bumbu rujak buatannya.

Pada pertunjukan yang disiarkan televisi penyelenggara pada Sabtu malam, Bagust harus bertanding dengan Presiden Indonesian Chef Association (ICA), Hendry Alexei Bloem, untuk mendapatkan Immunity Pin yang bisa menghindarkan dia dari empat pressure test.

Bagust harus menyajikan masakan andalan chef Hendry, Lulur Sapi Sambal Bawang dan nasi putih bakar, selama 75 menit.

Sementara chef Hendry, yang merupakan salah satu pakar kuliner Indonesia, hanya diberi waktu 60 menit untuk menyajikan masakan andalannya.

Bagust berhasil menyelesaikan tantangan tepat waktu. Salah satu juri, chef Degan Septoadji, menilai rasa masakannya cukup enak dan penampilannya cukup bagus. Juri yang lain, chef Rinrin Marinka, juga menilai masakannya enak dan presentasinya rapi.

Namun kedua juri menilai rasa dan penampilan masakan chef Hendry lebih baik. Kedua juri memberikan skor 15 untuk masakan Bagust dan 18 untuk masakan chef Hendry.

“Bangga walau kalah, dapat pengalaman dan merasakan taste baru,” kata Bagust, si seniman tatto.

Chef Hendry memuji pekerjaan Bagust. “Dia bisa mendekatkan jarak dengan saya. Hanya dengan melihat dan mencipipi dan langsung dilombakan dia bisa. Bagust bisa terus maju, mudah-mudahan bisa jadi juara,” katanya.

Manajer Food and Baverages di sebuah resort di Bali itu juga membuka kesempatan bagi Bagust untuk bekerja bersama dia. “Kalau dia mau, tinggal cari saya di Bali,” katanya.

Satu harus pulang

Sementara finalis yang lain, setelah menghadapi tantangan masakan tradisional, delapan orang yang sajian masakannya dianggap kurang baik harus bersaing dalam pressure test.

Mereka ditantang menyajikan masakan kesukaan chef Hendry berupa nasi liwet ikan teri dengan sambal hijau, sambal goreng hati dan telur puyuh serta pepes ikan jamur.

Semua peserta bisa menyelesaikan tantangan tepat waktu, tapi ada empat orang yang sajian masakannya dinilai paling buruk dan salah satunya harus pulang.

“Kevin, kamu harus keluar dari kompetisi karena kesalahan kamu fatal dari segala aspek,” kata chef Juna Rorimpandey, salah satu juri.

Kevin (21) kecewa karena tidak bisa melanjutkan kompetisi. “Tapi di sini aku dapat pengalaman luar biasa,” katanya.

Sumber: Antaranews