Indonesia Masih Cuek dengan Keamanan Internet

Dalam dua tahun terakhir, ancaman keamanan internet semakin meningkat. Perkembangan teknologi informatika di Indonesia pun perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat atas cyber security.

“Sayangnya masyarakat Indonesia ini, disuruh pasang dan ganti PIN di HP saja susah. Terlalu cuek,” ujar Aswin Sasongko, Dirjen Apkikasi Informatika Kemenkominfo, pada Seminar ‘Kesiapan Menghadapi Tantangan Keamanan Internet’ di Jakarta, Selasa (17/7).

Kesadaran masyarakat menjadi penting tatkala pemaksaan lewat regulasi sulit dilakukan. Misalnya untuk menertibkan nomor prabayar, Kemenkominfo bisa saja menonaktifkan semua nomor prabayar untuk kemudian didata dengan benar.

Namun, hal seperti itu tentunya akan mengganggu kenyamanan masyarakat. “Ini sulitnya melakukan regulasi dalam cyber, karena berdampak langsung pada pengguna layanan,” tandasnya.

Melacak kejahatan dalam dunia maya, menurut Aswin, sangatlah sulit. Banyak yang melapor pada Kemenkominfo tentang website mereka yang di-hack.

“Itu menelusuri IP address mungkin bisa. Tapi, orangnya siapa itu sudah masalah sendiri,” katanya.

Begitu juga dengan penertiban konten internet. Aswin juga mengaku mengalami kesulitan teknis. Secara teori, ia ingin konten-konten internet luar negeri diperlakukan seperti manusia.

Jika konten Inggris ingin masuk Indonesia, misalnya, perlu semacam visa dan paspor. Dengan begitu, konten terlarang seperti pornografi akan mudah disaring. Namun, secara teknis, hal ini masih butuh kajian lebih lanjut.

“Terus terang secara teknis ini sulit.Tapi setidaknya ada keinginan dulu secara moral untuk hal itu,” ungkapnya