INDONESIAN IDOL 2012 Tidak Transparan

Sepertinya sudah jadi tradisi, sejak gelarannya yang pertama kali pada 2004, Indonesian Idol selalu dijadikan ajang mencari popularitas para politikus yang tentunya ingin berkuasa dan mengambil hati suara remaja.

Pada gelarannya yang pertama, sejumlah tokoh partai dan capres juga sempat menyambangi ajang kontes mencari penyanyi berbakat tersebut. Tujuannya tentunya adalah pencitraan, mencari simpati dari generasi muda, dan pada akhirnya bis amendulang suara dari pemilih pemula.

Sama halnya pada Grand Final Indonesian Idol 2012 yang digelar di Ecovention-Ancol Jakarta Sabtu (30/6) tadi malam tampak Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum duduk di kursi penonton serta beberapa Cagub dan Cawagub DKI Jakarta seperti Jokowi dan Ahok, Faisal Basri dan Biem, serta Hendardji dan Ahmad Riza. Sedangkan Foke dan Nara, Alex Nurdin – Nono, serta Hidayat Nurwahid dan Didik, tak terlihat hadir dalam acara tersebut.

Di bangku depan, Anas Urbaningrum terlihat duduk di samping Hary Tanoesoedibjo pemilik MNC Grup yang juga Ketua Dewan Penasihat Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Kehadiran Anas dan Hary Tanoe ini pun sempat diumumkan pembawa acara, Daniel Mananta. Anas dan Hary Tanoe hanya tersenyum saja saat kamera menyorotnya.

Wajar para politisi hadir dalam perhelatan Indonesian Idol sebab acara ini banyak digemari remaja. Apalagi tadi malam memasuki babak final di mana tinggal dua peserta yang berlaga yakni Sean dan Regina.

Dalam pemiluihan SMS terendah pun rentan dengan politisasi dari pihak penyelenggara, karena jumlah SMS yang masuk sangat tidak transparan. Hal ini pernah dikeluhkan
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)  atas kurangnya transparansi dalam pengiriman SMS premium dalam ajang Indonesian Idol yang diselenggarakan MNC Group padahal nilai bisnisnya diprediksi lumayan besar.

Kembali ke soal pencitraan para politisi, mereka mungkin saja hanya terpaksa menyaksikan acara tersebut dan tidak benar-benar menyukainya. Sejauh mana kehadiran mereka di ajang Indonesian Idol dapat mendongkrak suara di pemilihan umum atau Pilkada, perlu penelitian lebih jauh tentunya.

Namun yang jelas, sangat mengherankan, acara Grand Final semalam justru ditunda pengumuman pemenangnya dan akan digelar lagi pekan depan. Apakah karena ada calon gubernur yang belum hadir, yang notabene penguasa eksisting? saya sendiri tidak tahu menahu dan tidak mau tahu.