Kumpulan Kata-Kata Inspirasi Terlengkap

Berikut adalah kumpulan kata-kata Inspirasi Terlengkap, Yang sukses dalam hidup, pekerjaan, Karir, Hubungan Cinta dan keluarganya.Ini Tidak hanya sekedar kata mutiara, kata motivasi atau kata orang sukses yang Menggugah semata, tetapi jika anda menerapkannya dalam hidup anda, minimal akan ada perubahan yang terjadi.

 

“Sebagian besar orang sukses yang saya kenal adalah mereka yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.”

Bernard M Baruch (1870-1965), ekonom dan penasihat presiden Amerika Serikat

“Tingkat emosi seseorang berkebalikan dengan pengetahuan mereka tentang kenyataan.”

Bertrand Russell (1872-1970), filsuf dan ahli logika asal Inggris

“Menaklukkan ketakutan adalah awal dari kebijaksanaan.” Bertrand Russell, Filsuf

Kalau Anda tidak pernah di benci oleh anak Anda,

Anda belum pernah menjadi orangtua.

~Bette Davis, Aktris AS, (1908 – 1989)~

Manusia adalah satu-satunya makhluk di bumi yang membiarkan anak-anaknya pulang.

~Bill Cosby, Komedian, penulis, produser AS~

 

 

I don’t know the key to success, but the key to failure is trying to please everybody.

Aku mungkin tidak tahu kunci sukses itu apa, tetapi aku tahu dengan pasti bahwa kunci kegagalan itu adalah mencoba menyenangkan semua orang (Ini tidak mungkin bisa Anda lakukan).

~Bill Cosby, Komedian, penulis, produser AS~

 

 

Terkadang memenangkan suatu pertengkaran itu lebih buruk daripada kalah.

~Billie Holiday, penyanyi jazz terbesar sepanjang masa, (1915 – 1959)~

“Jaga diri untuk tetap tenang, jaga kaki agar tetap hangat, dan kamu akan membuat dokter terbaik sekalipun menjadi miskin.”

~The Onliest and The Deepest Secrets of The Medical Art~

~Boerhaave, Dokter Belanda, Ahli botani & Humanis, (1668 – 1738)~

Hebat adalah untuk melakukan satu hal yang biasa dengan cara yang tidak biasa.

~Booker T. Washington, Edukator Afrika – Amerika~

Seorang isteri yang ideal adalah wanita yang memiliki suami ideal.

~Booth Tarkington, Novelis dan Dramawan, (1869 – 1946)~

Pengetahuan saja tidak cukup. Kita harus praktekkan apa yang kita tahu tersebut. Niat saja juga tidak cukup. Kita juga harus melakukannya!

~ Bruce Jun Fan Lee, Aktor beladiri China (1940 – 1973) ~

Penyakit paling parah di zaman sekarang bukanlah kusta atau TBC,

melainkan perasaan tidak diinginkan,

tidak dipedulikan

dan ditinggalkan semua orang.

~Bunda Teresa, Biarawati, (1970 – 1997)~

 

 

Tuhan tidak meminta kita untuk sukses;

Dia hanya meminta kita untuk mencoba.
~ Mother Teresa, Biarawati, (1910 – 1997)~

 

10 November 1945

 Bismillahi rokhmanir rokhim
Merdeka!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indoneisa
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.

Kita semua telah mengetahuai, bahwa hari ini
tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancamana kepada kita semua.

Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan,
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut
dari tangan tentara Jepang.

Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu
dengan mengangkat tangan.

Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu
dengan membawa bendera putih
tanda bahwa kita menyerah pada mereka.

Saudara-saudara
di dalam pertemputan-pertempuran yang lampau,
kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya:

pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi,
pemuda-pemuda yang berasal dari Bali,
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan
pemuda-pemuda yang berasal dari Sumatera,
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli
dan seluruh pemuda Indonesia
yang ada di Surabaya ini.

Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan rakyat,
yang dibentuk dikampung-kampung
telah menunjukkan suatu pertahanan
yang tidak bisa dijebol,
telah menunjukkan satu kekuatan
hingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik dari mereka itu saudara-saudara,
dengan mendatangkan presiden
dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini,
maka kita tunduk untuk memberhentikan pertempuran.

Tetapi pada masa itu, mereka telah memperkuat diri,
dan setelah kuat, sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara,
kita semuanya – kita bangsa Indonesia
yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara Inggris itu,
dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia
yang ada di Surabaya ini, dengarkanlah ini tentara Inggris!

Ini jawaban kita!
Ini jawaban rakyat Surabaya!
Ini jawaban pemuda Indonesia!

Kepada kau sekalian hai tentara Inggris!
Kau menghendaki bahwa kita ini
akan membawa bendera putih
untuk takluk kepadamu!

Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata
yang telah kita rampas dari tentara Jepang
untuk diserahkan kepadamu.

Tuntutan itu, walaupun kita tahu
bahwa kau sekalian akan mengancam kita
untuk menggempur kita
dengan seluruh kekuatan yang ada!

Tetapi inilah jawaban kita:
“Selama banteng-banteng Indonesia
masih mempunyai darah merah
yang dapat membasahi secarik kain putih,
merah dan putih,
maka selama itu,
tidak akan kita mau menyerah
pada siapapun juga”

Saudara-saudara rakyat Surabaya bersiaplah.
Keadaan genting.
Tetapi saya peringatkan sekali lagi
jangan mulai menembak,
baru kalau kita ditembak,
maka kita akan ganti menyerang mereka itu!

Kita tunjukkan bahwa kita ini
adalah benar-benar orang yang ingin merdeka!

Dan untuk kita saudara-saudara,
lebih baik hancur lebur daripada tidak merdeka!

Semboyan kita tetap!
MERDEKA ATAU MATI!

Dan kita yakin saudara-saudara,
pada akhirnya pastilah
kemenangan akan jatuh kepada kita.
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.

Percayalah saudara-saudara,
Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar!
MERDEKA!

~Bung Tomo, (1920 – 1981)~

 

 

Semua penemuan besar selalu berasal dari orang-orang yang perasaannya berlari mendahului pemikirannya.

~ C.h. Oarkhurst~

 

PAHLAWAN TAK DIKENAL

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah lubang peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang

Kedua lengannya memeluk senapan

Dia tidak tahu untuk siapa dia datang

Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

wajah sunyi setengah tengadah

Menangkap sepi padang senja

Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu

Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun

Orang-orang ingin kembali memandangnya

Sambil merangkai karangan bunga

Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring

Tetapi bukan tidur, sayang

Sebuah peluru bundar di dadanya

Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda.

~Chairil Anwar, Penyair Indonesia, (1922 – 1949)~

Karawang-Bekasi

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi

tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.

Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan

atau tidak untuk apa-apa,

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami

Menjaga Bung Karno

menjaga Bung Hatta

menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat

Berikan kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi.

~Chairil Anwar, Penyair Indonesia, (1922 – 1949)~