Mari Belajar Dari Euro 2012…

Perhelatan Piala Eropa 2012 akan digelar mulai 8 Juni hingga 2 Juli 2012 mendatang. Sebagai cabang olahraga paling populer didunia, gelaran kompetisi bola terbesar setelah piala dunia ini jelas dinantikan publik bola seluruh dunia.

Demam Piala Eropa yang kali ini digelar di Polandia dan Ukraina mulai menjangkiti kalangan pandemen bola tanah air. Mulai maraknya perburuan jersey negara peserta Piala Eropa hingga melonjaknya permintaan TV terbaru menunjukkan antusiasme penggila bola dalam negeri menyambut even 4 tahunan ini.

Siaran langsung piala Eropa yang digelar pada tengah malah hingga dini hari, tak pelak juga mempengaruhi ritme kerja karyawan kantor reguler, karena dijamin banyak karyawan yang begadangan menonton bola sampai pagi. Belum lagi perbincangan setiap hari yang akan didominasi oleh topik tentang piala Eropa, tentunya menjadi topik yang membosankan bagi anda yang tidak suka bola.

Tapi bagaimana lagi, contoh diatas adalah beberapa yang tidak mungkin dielakkan dan akan terjadi selama hampir sebulan pelaksanaan piala Eropa. So, bagi anda yang anti bola barangkali memang harus mengalah sementara waktu.

Kehadiran piala Eropa memang harus dilihat sebagai suatu hiburan dari sebuah kompetisi sepakbola profesional luar negeri dimana memang dari ‘sononya’ dikemas sebagai komoditas multiimpact. Bayangkan saja dengan hanya menggelar pertandingan sepakbola saja, berapa ‘euro’ yang berputar bagi kota penyelenggara dari masuknya wisatawan, supoter bola, hotel, restoran, transportasi dan lainnya. Belum lagi nama baik penyelenggara akan menjadi branding mahal yang akan selalu diingat turis asing yang datang ke kota tersebut.

Dampak positif bagi penyelenggara juga tidak akan berhenti sampai perhelatan Piala Eropa usai, bahkan dalam waktu lama branding Piala Eropa masih akan menjadi daya jual tinggi bagi negara terkait. Maka tidak heran jika menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi sepakbola internasional menjadi incaran bahkan rebutan dari setiap negara di Eropa.

Selanjutnya bagaimana dengan kita? Apakah cukup puas hanya dengan berkoar koar mendukung timnas negara lain dan melihat timnas kesayangannya menang. Atau mungkin menang taruhan dengan temannya? Namun bagaimanapun juga kehadiran piala Eropa juga harus diakui mampu menambah geliat roda ekonomi masyarakat kita. Lihat saja maraknya toko kostum olahraga, konveksi lokal hingga menjamurnya nonton bareng merupakan peluang bisnis musiman yang menjanjikan.

Lalu bagaimana dengan timnas merah putih kita? Ya, seharusnya perhelatan piala Eropa ini menjadi pelajaran penting yang harus dipahami oleh para pemegang kebijakan sepakbola nasional kita. Daripada ribut melulu mempersoalkan siapa yang pantas memimpin PSSI, ‘mending’ belajar dari piala Eropa bagaimana menciptakan kompetisi sepakbola yang enak dilihat dan sekaligus membentuk tim yang membanggakan bagi pendukungnya.

Akhirnya, selamat menikmati pertunjukan sepakbola profesional sebulan penuh. Jangan lupa siapkan kopi dan ‘Nyamikan’ untuk teman nonton ‘bal’.