Mari Berwisata Kuliner Ke Tawangmangu

Musim libur tak lengkap rasanya tanpa memanjakan diri dengan refreshing. Agenda jalan-jalan tersebut telah menjadi aktivitas wajib bagi sebagian orang untuk mengendurkan pikiran. Imbasnya, nyaris hampir seluruh objek wisata menjadi kunjugan orang yang ingin menghabiskan liburan, termasuk ke Tawangmangu.

Kawasan wisata yang berada di lereng Gunung Lawu tersebut dikenal memiliki panorama alam yang menakjubkan sekaligus sebagai salah satu surganya kuliner. Setelah puas memanjakan diri di objek wisata, sejumlah tempat makan siap menyervis lidah Anda dengan menu andalan. Mau yang kelas resto hingga warung pinggiran, dari makanan biasa sampai makanan khas semuanya tersedia di sana.

Salah satu makanan khas yang menjadi incaran wisatawan yang berkunjung ke Tawangmangu adalah sate kelinci dan sate landak. Menu makanan tersebut mudah ditemui terutama di sepanjang Jl Lawu Tawangmangu.

Tidak hanya warung, rumah makan pun tak ketinggalan menyuguhkan menu andalan tersebut. Salah satunya adalah Bangun Trisno di kawasan Balekambang. Rumah makan itu menjanjikan sate kelinci yang menendang lindah dengan racikan bumbu sambal kacangnya yang menggoda.

Jika Anda belum pernah mencoba sate kelinci, sekilas tampilannya nyaris sama dengan sate ayam. Namun, sate kelinci dagingnya terasa lebih keras. Cukup merogoh kocek Rp10.000, Anda dapat menikmati seporsi sate kelinci.

Selain beraneka macam sate, rumah makan yang selalu ramai dikunjungi pembeli tersebut juga mengandalkan menu ayam tim jamur yoka. Makanan yang terbuat dari olahan ayam kampung itu cocok disantap di daerah bersuhu dingin seperti Tawangmangu lantaran berkuah segar dengan dominasi rasa jahe. Rawon dan ceker masak touco juga siap memanjakan lidah yang dilanda lapar.

“Umumnya banyak orang yang suka ayam tim, sop buntut dan juga ayam goreng. Sate kelinci juga banyak peminatnya,” ujar pengelola rumah makan, Sulistyorini kepada Espos, Jumat (6/7).

Soal harga, walaupun kelas rumah makan Sulistyorini menjamin harga cukup bersahabat. Ayam tim jamur yoka misalnya dibanderol dengan harga Rp55.000 per porsi dan bisa disantap ramai-ramai delapan orang sekaligus. Cukup bermodal Rp15.000, seporsi sop buntut bisa Anda nikmati sepuasnya.

“Kalau ingin berwisata kuliner di Tawangmangu jangan ragu masuk restoran karena harganya belum tentu mahal,” imbuhnya.

Berbeda rumah makan juga beda menu andalan. Begitu juga yang disediakan rumah makan lain di kawasan Tawangmangu seperti Griya Gayatri, Griya Tawang, rumah makan Teras hingga Niki Griyo Kulo.

Di Griya Tawang misalnya, rumah makan dengan konsep alam dan bebatuan tersebut menyuguhkan beraneka makanan dari mulai tumis jamur, cumi goreng, udang bakar, sop iga bakar dan goreng serta gudangan dan beraneka jajanan tradisional seperti belanggreng. Bagaimana dengan minuman? Rumah makan yang berada di tepi Kali Samin ini menyuguhkan beraneka minuman penghangat tubuh seperti beras kencur, kunir asam, jahe gepuk dan minuman paling spesial sereh hangat.

“Sereh hangat menjadi minuman favorit, apalagi di tengah cuaca dingin seperti Tawangmangu. Harga makanan di sini tidak mahal mulai Rp18.000 per porsi,” ujar pegawai restoran, Heri Supriyanto.

Satu hal yang tidak bisa dipisahkan ketika berwisata ke Tawangmangu adalah mencicipi sop buntut dan pecel Bu Ugi. Konon menurut para wisatawan, datang ke Tawangmangu tak lengkap tanpa mampir ke Rumah Makan Bu Ugi. Cukup bermodal Rp17.500, seporsi sop buntut lengkap dengan nasi siap menyervis lidah Anda.

Bagi yang berkantong pas-pasan, tak perlu khawatir lantaran di kawasan bersuhu dingin tersebut juga tersedia makanan murah meriah salah satunya kare dan soto Bu Yati Arifin di Jl Lawu Beji, Tawangmangu. Makanan itu dijual hanya Rp2.000 per porsi, murah bukan?