Masterchef Indonesia 2: 20 Besar Telah Berkumpul

APA yang terjadi di MasterChef Indonesia Season 2 episode Minggu, 15 Juli ini?

Pemirsa disegarkan kembali ingatannya atas apa yang terjadi di episode sebelumnya. Setelah kontestan melewati tantangan dasar memotong kentang, mengasah kreativitas dalam presentasi Gado-Gado, dan mengoptimalkan penggunaan telur, yang merupakan One Core Ingredient Challenge dalam Pressure Test.

Kini saatnya pemirsa diajak merasakan ketegangan yang akan dihadapi kontestan di episode ketiga. Ragam tantangan siap menguji kemampuan masak para chef amatir ini, diantaranya; Duplikasi Signature Dish, ujian kerjasama tim dalam Mistery Box Challenge, hingga sensasi tekanan eliminasi dalam Pressure Test.

Kemampuan mental kontestan semakin diuji, dan sayangnya satu orang kontestan pun akhirnya mengundurkan diri.

Perjuangan masih berlanjut di Booth Camp MasterChef, kontestan akan berkompetisi menghadapi tantangan terbaru dan berlomba untuk masuk ke tahap 20 besar, dimana tujuh dari 27 kontestan akan pulang. Para peserta yang sebelumnya merasakan tekanan di Pressure Test  di episode dua, termasuk Dianita (25, Publicist Film  – Jakarta) dan Agus (28, Pedagang Buah – Cilacap) bertekad untuk tidak merasakan hal serupa.

Tantangan yang akan dihadapi adalah menirukan signature dish dari seorang mistery guest, yaitu Juara Master Chef musim pertama, Lucky Andreono. Masakan khas Baso Bakar Kuah Rawon dari Chef Lucky akan menjadi ujian kemampuan memasak kontestan.

Banyak dari mereka yang memiliki pengalaman tentang masakan Rawon, namun tidak sedikit yang awam terhadap masakan ini.

Keinginan besar untuk mencapai 20 besar bercampur dengan ketegangan yang dirasakan oleh kontestan yang masuk Pressure Test. Mereka semua masih berharap dapat memaksimalkan kesempatan kedua ini untuk memenuhi kuota di 20 Besar. Pada Pressure Test kali ini, tantangan membuat Kue Lapis menjadi rintangan berikutnya.

Lagi-lagi, ini adalah tantangan untuk menduplikasi tampilan dan rasa semirip mungkin dengan hasil Chef Lucky. Kue lapis yang terkesan simple dan mudah dibuat, ternyata tidak bisa dianggap enteng.