Menikmati Masakan Dan Makanan Khas Yogyakarta

Lapangan Parkir Hotel Santika Primeire Yogyakarta, Minggu  ini dipadati  pengunjung yang akan menikmati sajian masakan khas, dan sajian berbagai musik tradisional Yogyakarta.

Pihak hotel mengadakan acara itu, di samping untuk menyambut liburan para wisatawan yang datang ke Yogyakarta, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Yogyakarta baik dari sisi kuliner maupun kesenian.

Sedikitnya ada sembilan masakan khas Yogyakarta yang digelar di tempat itu, yang semuanya dihidangkan langsung oleh penjual aslinya. Masakan khas itu antara lain SGPC (nasi pencel) Bu Wiryo yang sudah terkenal sejak tahun 1959, rempeyek Mbok Tumpuk, tongseng burung emprit, Bebek Goreng Cak Koting, jejamuran, belut goring , nasi merah cabai hijau, dan masakan dapur desa.

“Setting suasana pun kita buat berkesan Yogyakarta banget,” kata General Manager Santika,  Ari Respati, didampingi Public Relation Hotel Santika Primiere Yogyakarta, Fera Leonidya.

Di samping para tamu yang menginap di Hotel Santika Yogyakarta, sajian ini juga diperuntukkan masyarakat umum, yang hanya membayar Rp 30.000 per orang sudah dapat menikmati hidangan khas itu sepuasnya.

Dalam nuansa alami pengunjung masih disuguhi kesenian tradisional, yang  sampai sekarang masih bisa dipelihara oleh masyarakat Yogyakarta.

Seni itu antara lain musik Gejok Lesung, Kobate (gamelan anak-anak), Tekbung (alat-alat gerabah yang dipukull), Angklung Malioboro , lagu dolanan anak dan lainnya.

“Seluruh karyawan juga saya anjurkan memakai pakaian tradisional khas Yogyakarta, untuk memberi kesan bahwa mereka datang ke Yogyakarta  juga melihat prototipe sosial budaya masyarakatnya,” kata Ari Respati.

sumber: kompas.com