Mual Di Awal Kehamilan, Redakan Dengan Seks

Pada trimester pertama kehamilan, kebanyakan orang akan mengalami morning sickness atau perasaan mual dan muntah yang baik untuk kesehatan ibu dan janin. Tetapi jika sensasi mual begitu mengganggu, Anda mungkin dapat mengatasinya dengan berhubungan seks.

Mual dan muntah selama kehamilan sebenarnya kurang cocok jika dinamakan dengan morning sickness karena masalah pencernaan tersebut tidak hanya terbatas pada pagi hari saja. Tetapi hal tersebut juga dapat terjadi sepanjang waktu baik itu pagi, siang maupun malam hari.

Menurut para ahli, mual dan muntah pada awal kehamilan tersebut dapat melindungi janin dan ibu dari infeksi bakteri yang akan direspons dengan memuntahkannya keluar bersama makanan yang dimakan. Frederick Irving, seorang dokter di Boston adalah orang yang pertama kali mengungkapkan efek menyehatkan dari mual dan muntah pada awal kehamilan.

Seperti dilansir dari huffingtonpost. Pada tahun 1940, Irving melaporkan bahwa pasiennya yang mengalami morning sickness dan kehilangan nafsu makan pada awal kehamilan memiliki risiko terhadap keguguran yang lebih rendah dibanding pasien lain yang tidak mengalami morning sickness.

Pada tahun 1976, Ernest Hook, seorang ahli endokrinologi di Albany Medical College, menyatakan bahwa mual dan muntah dapat melindungi janin dari makanan yang dapat membahayakan perkembangan anatominya. Elemen yang dapat menyebabkan mutasi pada perkembangan anatomi janin dikenal dengan teratogen. Teratogen tersebut dapat diusir dari dalam tubuh wanita hamil melalui mual dan muntah.

Elemen kimia tersebut juga terdapat pada tanaman untuk membasmi serangga, jamur dan bakteri secara alami yang tidak berbahaya bagi manusia. Tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat berbahaya bagi kondisi kehamilan.

Mual dan muntah bukan hanya sebagai perisai yang melindungi janin dari racun, tetapi juga dapat melindungi ibu. Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh wanita akan menurun, terutama pada trimester pertama. Dengan menghindari makanan tertentu, dapat melindungi diri dari racun-racun dan parasit, sekaligus menurunkan risiko eksposur teratogen pada janinnya.

Mual dan muntah tersebut wajar terjadi tetapi cukup mengganggu. Seorang psikolog, Gordon Gallup menyatakan bahwa sensasi mual dan muntah tersebut dapat diatasi dengan melakukan hubungan seks.

Tubuh ibu mungkin akan memperlakukan organisme lain, termasuk nutrisi makanan yang masuk ke rahim sebagai jaringan asing atau infeksi, sehingga tubuh akan meresponsnya dengan mual dan muntah. Tetapi ketika berhubungan seks, janin dalam rahim dapat mengenali sperma ayah, karena setengah dari DNA janin tersebut berasal dari ayah.

Uniknya, janin mampu mengenali sperma mana yang sesuai dengannya yaitu yang berasal dari ayahnya. Jika sperma asing masuk ke dalam tubuh ibu hamil, hal ini akan meningkatkan risiko yang lebih besar terhadap kematian bayi.

Mungkin masih terlalu dini untuk menyarankan kepada wanita hamil untuk mengatasi morning sickness dengan berhubungan seks, tetapi hal ini dapat membatasi sensasi mual dan muntah tersebut.

Sumber: Detikhealth