Negara Italia, Ujian Pertama Team Spanyol Meniti Juara

Kendati mengemban misi sulit di Polandia dan Ukraina, gelandang kreatif Spanyol, Xabi Alonso menyatakan La Furia Roja siap memberikan perlawanan sengit di hadapan para kompetitornya untuk mempertahankan mahkota Piala Eropa. Italia menjadi ujian pertama untuk merealisasikan ambisi besar tim dari semenanjung Iberia itu.

Perjalanan Spanyol di hajatan sepakbola termegah di benua biru diawali saat mereka berhadapan dengan juara dunia 2006 itu di partai pembuka grup C, Minggu 10 Juni 2012. Pemain Real Madrid itu optimistis Spanyol bisa mengantongi modal bagus di pertandingan pertama.

“Suasana di tim sangat baik. Semua orang menatap ke depan untuk mulai membuat debut. Kami telah menyiapkan diri selama beberapa pekan dalam latihan,” tegas Alonso mengirim sinyal ancaman.

Kendati diselimuti kepercayaan diri tinggi bisa memetik kemenangan saat jumpa Italia, Alonso merendah soal peluang timnya bisa mengatasi perlawanan sengit yang diprediksi bakal diperagakan Italia. “Kami berharap permainan yang tangguh dan sulit. Sebab, kami tahu sifat kompetitif dari para pemain Italia,” kata Alonso dikutip dari Soccerway.

Alonso menyatakan, Spanyol tidak mengambil keuntungan dari kasus skandal pengaturan skor yang kembali merebak di Italia. Menurut dia, perkara tersebut tidak akan memecah konsentrasi tim besutan Cesare Prandelli itu di Polandia dan Ukraina.

“Bahkan, dengan masalah di sekeliling skuad, media, dan praktik pengaturan skor, membuat mereka justru lebih berbahaya,” ucap pemain 30 tahun tersebut.

Berkaca dari pengalaman, Italia bisa merebut gelar juara di turnamen internasional di saat mereka tertimpa masalah eksternal di luar sepakbola. “Setiap kali memiliki masalah, mereka lebih kuat. Kami melihat di Piala Dunia 2006. Sehingga bukan merupakan bantuan signifikan buat kami. Jadi, ada banyak alasan buat kami agar lebih siap,” ujarnya.

Bukan kendala tanpa pilar kunci

Terlepas dari prioritas selangitnya untuk memberikan raihan impresif saat menunaikan tugas negara, Alonso menyesalkan absennya dua pilar penting Spanyol, Carles Puyol dan David Villa karena cedera.

Namun, dia menegaskan, situasi tersebut tidak akan menggerus kekuatan Timnas Spanyol. Terlebih, kualitas 23 pemain pilihan Vincente del Bosque bisa menambal absennya dua pilar Barcelona tersebut.

“Kami sangat menghargai apa yang telah mereka lakukan selama beberapa tahun terakhir, mereka pemain kunci kami,” kata Alonso. “Tapi, Anda harus melihat ke depan dan melanjutkannya, karena Anda harus mengatasi cedera dan suspensi selama turnamen,” dia menambahkan.

“23 pemain semuanya siap. Kami akan menghadapi tiga lawan berbeda dan sulit di babak penyisihan grup. Semoga, kami bisa membuka jalan ke partai final,” tutur Alonso. (art)