Penjualan Anak Ke Malaysia Tergagalkan

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Kalbar kembali menggagalkan upaya perdagangan anak di bawah umur yang rencananya akan dipekerjakan ke Malaysia. Satu warga negara Malaysia dan satu warga Pontianak ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya telah diamankan guna menjalani pemeriksaan.

Kasus ini terkuak dari hasil penyelidikan polisi berdasarkan informasi masyarakat. Bahwa ada seorang warga Malaysia yang bekerjasama dengan warga Pontianak mencoba membawa seorang gadis berinisial RA (17) asal Sumedang, Jawa Barat untuk dipekerjakan ke Malaysia.

Awalnya penangkapan dilakukan terhadap Sy (58) di rumahnya kawasan Pontianak Timur, Jumat (29/6) malam sekitar pukul 22.00 Wib. Tersangka saat itu bersama korban yang langsung diamankan ke Mapolda Kalbar. Kemudian polisi melakukan pengejaran terhadap Sl warga Malaysia yang menunggu di daerah perbatasan Entikong.

Informasi berhasil dihimpun, korban berangkat dari Sumedang menggunakan pesawat menuju Pontianak dan tiba pada Kamis sore. Saat tiba di Pontianak, tersangka Sy menjemput korban dan bermaksud akan menginap semalam di Pontianak di daerah Tanjung Raya.

Korban RA yang saat ini diamankan di Mapolda Kalbar mengatakan dirinya berangkat ke Malaysia untuk bekerja atas kemauan sendiri. Karena adanya tawaran dan informasi dari rekannya. Dari informasi itulah dirinya mencoba menghubungi tersangka warga Malaysia di rumah istrinya yang tinggal di daerah Sumedang.

“Saya ditawari teman kalau ada kerjaan di Malaysia, jadi saya hubungi Pak SL dan langsung berangkat,” ungkapnya.

Korban mengaku dijanjikan gaji 400 ringgit perbulan jika bekerja di sana sebagai pembantu rumah tangga. Sedangkan dirinya datang ke Pontianak dan akan menuju ke Malaysia tidak membawa surat menyurat sama sekali. Sebagai kelengkapan untuk bekerja dengan hanya mengikuti saja tersangka yang akan memberangkatkannya ke Malaysia.

“Saya tiba di Pontianak jam 6 sore tidak tahu kalau ada surat yang diperlukan. Karena saya hanya ikut berangkat dan tahunya pergi untuk bekerja saja,” katanya.

Sementara tersangka Sy (58) yang diamnakan di Mapolda Kalbar mengatakan dirinya hanya bertugas menjemput korban. Baru kali ini dilakukan dan baru mengenal tersangka Sl yang berhubungan melalui telepon. “Saya baru kenal sama Sl, itupun melalui telepon. Ra dititipkan ke saya setelah paspornya selesai akan dibawa langsung oleh Sl,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar mengatakan saat ini tersangka bersama korban yang diamankan sedang menjalani pemeriksaan. Sedangkan satu tersangka warga Negara Malaysia yang juga diamankan dalam perjalanan menuju Mapolda Kalbar dari Entikong.

“Kedua tersangka dapat dikenakan Undang-Undang No. 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan Undang-Undang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara,” jelas Mukson.

Ia menegaskan, kasus Human Trafficking menjadi salah satu atensi kepolisian dalam penindakan dan upaya pencegahan. Karena wilayah Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara lain rawan tindak kejahatan serupa. Maka diharapkan peran serta masyarakat, jika mengetahui apabila terjadi tindakan kejahatan perdagangan orang segera laporkan ke pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti.