Persela Lamongan Juarai ISL U-21

Tim Persela Lamongan berhasil mempertahankan gelar juara setelah menang adu penalti 5-4 (2-2) pada pertandingan final kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21/2012 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu.

Kedua tim harus memainkan babak perpanjangan waktu 2×15 menit setelah dalam waktu normal (2×45 menit) kedudukan imbang 2-2.

Dalam laga perpanjangan waktu, saat memasuki menit ke-98 Persela harus bermain dengan 10 orang akibat M.B. Sabily dikenai kartu merah sebagai akumulasi hukuman kartu kuning.

Sebelumnya, dalam laga 90 menit, dua gol Persela dicetak oleh Ragil M.B. pada menit ke-20 dan menit 65, sedangkan dua gol Persisam Samarinda yang diasuh pelatih Rudy Keltjes diciptakan oleh Lerby Eliandri pada menit ke-45 dan Qoiron Sandy (71).

Pertandingan babak perpanjangan waktu sempat pula terhenti beberapa saat akibat padamnya sebagian lampu penerangan stadion saat memasuki menit ke-104.

Ketika pertandingan 15 menit babak kedua berjalan, lampu kembali padam saat laga tinggal menyisakan beberapa menit lagi. Meski demikian, ratusan suporter kedua tim tetap setia dan tak beranjak dari tempat duduknya.

Usai pertandingan perpanjangan waktu dilanjutkan hingga tuntas, kedudukan skor tetap tak berubah 2-2 dan dilanjutkan dengan adu tendangan penalti.

Dalam drama adu penalti yang didahului pemain Persisam, empat penendang awal, yakni Lerby Eliandri, Sevan Lingga, Wahyu Kristanto dan Radiansyah berhasil melesakkan bola, sedangkan Mari Siswanto gagal akibat tendangannya mengenai mistar dan melenceng ke atas.

Sementara itu lima algojo dari Persela Lamongan masing-masing Ragil, I Made Antawijaya, Rusy Santoso, Qoiron Sandy, dan kapten tim Eko Taufik seluruhnya berhasil melesakkan gol.

Selaku juara, Persela kembali memboyong piala berikut hadiah uang pembinaan sebesar Rp200 juta, sedangkan Persisam Samarinda selaku runner-up mendapat piala dan uang pembinaan sebesar Rp150 juta.

Pelita Jaya sebagai peringkat ketiga mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp100 juta dan Persipura sebagai peringkat IV mendapat Rp50 juta.

Selain meraih runner-up, Persisam juga dinobatkan sebagai tim “fair play” dan piala diterima oleh pelatihnya, Rudy Keltjes.

Pemain Persisam Lerby Eliandri terpilih sebagai pemain terbaik, sedangkan top skorer Aldaier Makatindu dengan sembilan gol sama-sama mendapatkan hadiah Rp15juta.