Pusing Setelah Makan, Apa yang Salah?

Pertanyaan: Saya mau tanya, kenapa setelah sarapan pagi dan kadang setelah makan siang juga saya sering pusing. Apa saya kurang gizi? Soalnya saya jarang makan sayur. Mohon penjelasanya dan apa yang harus saya lakukan untuk mengatasinya? Terimakasih.

Irma N (Perempuan Lajang, 26 Tahun), nada_XXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 160 Cm dan Berat Badan 51 Kg

Jawaban

Halo Irma,

Jika Anda merasa sering pusing (kepala berputar) setelah sarapan dan makan siang, ada baiknya Anda kaji lagi pasokan karbohidrat dalam makanan Anda. Apakah Anda mengkonsumsi cukup, terlalu sedikit atau terlalu banyak karbohidrat?

Panduan porsi karbohidrat adalah 45 gram karbohidrat tiap makan berat (sarapan, makan siang, makan malam).

Ingat! 45 gram karbohidrat TIDAK SAMA dengan 45 gram nasi. Kira-kira 45 gram karbohidrat dapat diperoleh dari:
– 1 mangkok kecil (penuh) nasi putih
– 3 buah apel ukuran sedang
– 3 buah kentang ukuran sedang
– 3 lembar roti (putih, gandum, wholegrain)
– 3 gelas susu putih (full krim, low fat, skim)

Jika Anda kurang mengkonsumsi karbohidrat, maka tubuh akan merasa lemas dan pusing karena karbohidrat adalah pilihan utama bahan bakar tubuh, terutama otak Anda.

Apabila Anda mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat, gula darah Anda akan naik drastis secara mendadak setelah makan. Hal ini juga menyebabkan pusing sebagai pertanda bahwa ada sesuatu yang kurang benar dengan makanan (dan tubuh Anda).

Saran saya adalah agar Anda mencoba mempelajari pola makan Anda. Coba untuk menyesuaikan jumlah karbohidrat yang sesuai untuk kebutuhan Anda.

Ingat bahwa ukuran 45 gram hanya sebagai saran untuk masyarakat, mungkin Anda perlu lebih atau kurang.

Saya sarankan Anda untuk memasukkan sayur-sayuran ke dalam diet Anda karena sayur mengandung serat, sangat rendah kalori dan mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang baik.

Menambahkan sayur adalah ide yang sangat baik untuk menambah rasa kenyang tanpa menambah terlalu banyak kalori dalam diet Anda.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.