Tetap Berhubungan Baik Dengan Mantan

Kisah dengan mantan tak selalu berakhir menyakitkan. Meski keputusan untuk mengakhiri hubungan didasarkan atas keputusan bersama. Tak semudah melupakan kenangan indah bersama mantan, beberapa diantaranya, masih menyimpan rasa cinta, atau dendam karena dikhianati.

Show Must Go On, seperti petuah Freddy Mercuri dalam lagunya. Kehidupan itu tentang kedatangan dan kepergian. Seperti juga sebuah hubungan, pasti ada pertemuan juga tak dipungkiri terjadi sebuah perpisahan. Apa yang telah terjadi, sebaiknya diambil hikmahnya, karena pertunjukan masih akan terus berlangsung.

Janice Levine, penulis buku “Why Do Fools in Love” mengungkapkan, “Untuk menjaga hidup bergerak ke arah yang sehat, yang diperlukan adalah menentukan posisi mantan dalam kehidupan Anda. Jika Anda tidak bisa memaafkan sang mantan, maka dia akan memengaruhi Anda dan hubungan percintaan Anda di masa depan.”

Lalu, bagaimana seseorang bisa menjalin persahabatan dengan mantan, sementara diantara keduanya pernah memiliki cinta di hati? Percik asmara itu boleh hilang, tapi tak salah rasanya jika Anda dan mantan bersedia saling mengisi dan mendukung, bukan lagi sebagai pasangan kekasih tetapi sebagai sabahat.

Seperti halnya dialami Kikan dan mantan suaminya Yuke sampurna, pembetot bass group band Dewa yang masih akur dan tetap menjalin komunikasi. “Kita memang masih baik-baik saja. Saya sehari-hari juga berkomunikasi dengan Yuke karena ada anak-anak yang terus menghubungkan kami,” ujar Kikan.

Pernikahan mungkin bukan takdir bagi keduanya untuk bersatu, namun menjadi teman baik meski telah sama-sama memutuskan berpisah, adalah hal yang indah. “Kami tetap berteman baik untuk kepentingan anak-anak, meski tidak bisa menikah lagi. Tapi kan kami masih bisa berteman baik,” imbuhnya.

Elena Michaels, seorang terapis perkawinan mengungkapkan, “Anda tak perlu susah segera mencari pengganti, karena mantan memberikan rasa nyaman.” Ia, sang mantan, bisa menjadi sahabat yang baik. Apalagi jika mantan seorang pendengar yang baik untuk masalah-masalah yang Anda bagi kepadanya.

Bukan kiamat

Putus hubungan kerap dikaitkan dengan perasaan hancur berkeping-keping, patah hati dan kemunduran diri secara berkala, yang jika tidak segera ditangani bisa berakibat fatal bila dihadapi secara terus menerus. Sementara, faktanya, berakhirnya hubungan jarang dialami dengan baik.

Dulu Anda dan pasangan adalah pasangan paling romatis, namun setelah berakhirnya hubungan, semua yang terkait dengan kehidupan pasangan adalah kenyataan buruk yang tidak ingin dilihat. Bertemu mantan sudah seperti bertemu setan. Lebih baik dihindari sejauh mungkin.

“Ya, karena ikatan itu telah terlepas. Anda dan pasangan kembali pada kehidupan masing-masing. Jarak sengaja diciptakan demi meredam perasaan hancur, dan melihatnya sebagai orang asing adalah cara yang terbaik. Namun, tak ada salahnya kan tetap menyimpan nomor teleponnya, meski benda kenangan darinya sudah dimusnahkan atau dibuang jauh-jauh.

Anggap sang mantan sebagai pengingat atas apa yang Anda mau dan inginkan, meski akhirnya ingin itu tidak terwujud. Jadikan ia sebagai sumber pengalaman dan pembelajaran. Inilah penguat bagi Anda saat telah siap menemukan pria lain.

Setegar-tegarnya Anda menghadapi perpisahan, bersikaplah realistis. Di beberapa kasus perpisahan, mantan hadir justru ingin menyiksa Anda. Ia seperti tidak siap berpisah dan mencari-cari masalah, hanya supaya Anda tersadar tak bisa hidup tanpa dia.

Segera lupakan dia, jika memang mantan kerap membuat Anda sedih, menangis dan menderita. Ia lebih mirip obat yang menimbulkan reaksi di tubuh. Bikin kecanduan karena pelepasan hormon endorphin, memicu adrenalin, serita oksitosin. Jika terlalu banyak, efeknya sangat tidak baik bagi jiwa.

Pertimbangkan untuk tidak larut dalam obsesi berlebihan pada sang mantan. Hidup Anda tidak akan kiamat jika ia tak lagi melingkupi hidup Anda. Rasionalkan pikiran, dan carilah pria yang benar-benar mencintai Anda.