Untuk Apa Mengumumkan Pemanggilan Anas Dimedia?

Selang sepekan dari pemanggilan terkait penyelidikan proyek Hambalang pada Rabu (27/6) lalu, kini Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali dimintai keterangan besok, Rabu (4/7). Meski mengaku belum mengetahui pemanggilan tersebut, Ketua Fraksi Partai Demorat Nurhayati Ali Assegaf justru meminta agar hal itu tak perlu diumumkan ke publik.

“KPK tidak perlu mengumumkannya di media, jalankan sesuai prosedur saja. KPK jangan menimbulkan persepsi di masyarakat,” kata Nurhayati, saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/7).

Menurutnya, KPK harus bersikap profesional agar tidak menimbulkan keresahan publik. Nurhayati mengatakan, kalaupun ketua umumnya itu dipanggil lagi oleh KPK untuk dimintai keterangan, itu bukan merupakan hal yang luar biasa.

“Mungkin KPK belum lengkap menanyakan soal Hambalang kepada Anas, ya dipanggil lagi. Kalau ada keterangan yang kurang, ditanyakan lagi,” katanya.

Sementara itu Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustofa mengaku sudah mengetahui kabar tersebut.

“Ya, saya sudah dapat informasinya. Tapi saya belum bisa komentar karena belum tahu detailnya,” cetusnya.

Pemanggilan Anas  ini merupakan kedua kalinya terkait penyelidikan proyek pembangunan pusat olahraga Hambalang. Pada pemanggilan pertama Rabu pekan lalu, politikus Demokrat itu mengaku tidak tahu dan dan tidak pernah memerintakan penyelesaian pengursan sertifikat tanah Hambalang.

Tak hanya Anas, istrinya, Atiyah Laila, yang empat tahun lalu menjabat sebagai komisaris perusahaan penerima subkontrak proyek Hambalang, pun pernah dimintai keterangan lembaga pimpinan Abraham Samad tersebut.