Walau Spanyol Difavoritkan Tapi Italia Bisa Jadi Juara

Mungkin saja Italia tak sepantas Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2012. Tapi, memberikan voor buat Italia pada partai final?

Malam ini, tepatnya dinihari nanti, pentas Piala Eropa 2012 berakhir sudah. Besok pagi, mungkin sekitar pukul 03.30 WIB, mungkin pula lewat sedikit pukul 04.00 WIB, atau menjelang jam 04.30 WIB, juara Piala Eropa sudah diketahui dari Stadion Olimpiade Kyiv.

Spanyol adalah favorit menjadi tim pertama dalam sejarah yang mampu mempertahankan gelar Piala Eropa. Kuatnya posisi Spanyol terutama setelah mereka menang adu penalti atas Portugal di semifinal.

Pasukan Vicente Del Bosque memang tak selalu tampil menawan dalam perjalanan menuju final. Terlihat, kadang-kadang mereka kelelahan karena strategi satu dimensi yang dimainkan, yakni menguasai bola lebih lama dibanding lawan.

Ada pula yang menyebutkan Spanyol beruntung maju ke final. Itu karena meraihnya melalui adu penalti. Padahal, adu penalti tak hanya membutuhkan kekuatan mental yang tinggi, tapi juga kemampuan teknik dan strategi. Blunder yang dilakukan Paulo Bento, pelatih Portugal yang menempatkan Cristiano Ronaldo sebagai eksekutor terakhir adalah contohnya.

Sekadar gambaran, Spanyol juga belum sekalipun kalah dalam drama adu penalti sejak 2006. Dari situ, bisa diketahui betapa mereka mampu melawan ketegangan dan menyingkirkan siapapun lawan yang mereka hadapi dalam “adu keberuntungan” itu.

Soal keberuntungan, Italia mungkin juga memilikinya. Mereka sebenarnya sudah tersingkir seandainya Spanyol bermain mata lawan Kroasia di penyisihan grup. Kroasia hanya butuh hasil imbang, tapi Spanyol mengalahkannya dan menggandeng Italia ke final. Jadilah pertemuan Spanyol-Italia menjadi pembuka dan penutup laga kedua tim di Piala Eropa.

Mungkin saja Spanyol tak takut terhadap Italia. Tapi, mereka wajib mewaspadainya. Terutama mengingat penampilan Italia yang mempesona saat menyingkirkan Inggris dan Jerman untuk merebut tiket di final.

Bintang Italia adalah Andrea Pirlo yang mengatur irama permainan dan memiliki umpan-umpan terukur, sama persis seperti Xavi Hernandez bagi Spanyol. Italia pun punya Mario Balotelli, salah satu striker yang paling ditakuti di dunia saat ini.

Bintang lainnya yang juga akan mempengaruhi partai final ini adalah kiper Iker Casillas dan Gianluigi Buffon. Casillas jadi pahlawan Spanyol ketika melumpuhkan Portugal di drama adu penalti semifinal. Buffon tak mampu ditembus penyerang-penyerang subur Inggris dan Jerman, kecuali lewat tendangan penalti Mesut Oezil.

Prediksi: Spanyol memberikan voor lek setengah (1/4 bola) untuk Italia dengan Spanyol dikenakan key tinggi. Dalam bola mati, pilihan terbaik adalah tahan bawah alias memegang Italia. Tetaplah main bawah di bola jalan seandainya serangan Spanyol tak menggoyahkan kedisiplinan pertahanan Italia. Sebaliknya, jika konsentrasi lini belakang Italia rusak, itulah saatnya untuk main bola atas atau memegang Spanyol.

Pilihan menarik lainnya adalah dalam fix-odd. Di sini, Spanyol ditawarkan menang pada posisi 2,23, Italia menang 3,75, dan hasil imbang 2,89. Pilihannya adalah hasil imbang 2,89. Sangat mungkin pertandingan kali ini pun berakhir imbang.

Imbang berapa? Dengan tinggal satu laga untuk merebut juara, kedua kubu pasti akan tampil lebih waspada dibanding sebelumnya. Peluang mencetak gol mungkin tak terlalu banyak. Karena itu, pilihannya adalah 0-0 dengan tawaran menggiurkan 5,40. Artinya, dengan satu unit pasangan, jika hasil imbang tanpa gol, seseorang akan mendapatkan 5,40 kali nilai pasangan.

Dengan asumsi seperti itu, pilihan lainnya adalah total gol 0-1 dengan tawaran 2,11. Bisa pula main under dalam over/under 1,75 gol dengan tawaran 2,08 atau mendapatkan key. Pun di babak pertama, under 0,75 gol meski dikenakan key masih tetap pilihan yang menggiurkan.